Hey manusia…!
Aku induk orangutan yang ketakutan, suaraku memilu perih
Dengar bisikan puisiku pilu membiru, dan resah merana
Lihat rumah pohon diatas sana berkilau cahaya mentari pagi
Berdinding ranting kering, beratap daun pisang, berlantai daun kelapa
Kuanyam rumah pohon pelindung anakku, dan tempat kami berkumpul
Ketika sekelompok manusia kejam merampas anakku dari pangkuanku
Jiwaku bergetar, dan akupun lemas berlutut pasrah
Terkenang dia senang bergelantung bermain ceria dipundakku
Dia berbulu coklat halus, dan sorot matanya tajam berbinar-binar
Jemari mungilnya mulai pintar memetik buah segar dari pepohonan
Cerita buaian malamku selalu menghantarnya tertidur dalam pelukku
Air mataku tak terbendung, sampai luka hati ini tersulam rapat lagi
Hey manusia…!
Kembalikan anakku kerumah pohon ini
Jikalaulah ada rumah yang merindu biru
Disini rumah pohon hijau inilah yang merindu
By Nenen Gunadi – Canada